Selasa, 18 Desember 2012

MAKALAH KETERKAITAN MIPA DENGAN TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT


MAKALAH DASAR-DASAR MIPA
“KETERKAITAN MIPA
DENGAN TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT


Disusun Oleh :
Noviana Putri A1C311037
Endang Sulistyorini A1C311013
Husnul Chotimah A1C311048

Noviana Putri A1C311037
Fadila A1C311027
Darwin Purba A1C310016
Ratnasari Sitompul A1C311034
Winarti Dewi Susanti A1C311028
Program Studi Pendidikan Fisika
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
November
2012







KATA PENGANTAR
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, meminta ampunan dari-Nya dan meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan diri kita serta keburukan amal perbuatan kita. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.Karena hidayah-Nya pula, Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Keterkaitan MIPA dengan teknologi dan masyarakat “ ini sebagai tugas dari mata kuliah Dasar- Dasar MIPA tepat pada waktunya.

Akhirnya penulis mohon kritik dan saran untuk lebih sempurnanya makalah ini. Selanjutnya penulis berharap makalah yang sederhana ini bermanfaat, terutama bagi yang membutuhkannya.
Jambi, November 2012

Penyusun








DAFTAR ISI
HalamanJudul……………………….……………………………………………i
KataPengantar………………...…………………………………………………..ii
Daftar Isi……………………………………………………………………….. iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah……………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah…………………….……………………………………....1
C. Tujuan Penulisan………………………………………………………..….....1
D. Manfaat Penulisan…………………………………………………………... 2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Keterkaitan MIPA dengan teknologi dan masyarakat…………..………….6
B.     Hubungan IPA dan MAtematika……………………………………….…. 7
C.     Peranan IPA dalam teknologi dan masyarakat …………………………….14
D.    Dampak IPA dan Teknologi Terhadap Kehidupan Manusia……………... 20

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………….. 13
B. Saran…………………………………………………………..………….. 13

DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
Sejak peradaban manusia bermula, Matematika memainkan peranan yang sangat vital dalam kehidupan sehari hari. Berbagai bentuk simbol digunakan untuk membantu perhitungan, pengukuran, penilaian dan peramalan. Dari penemuan penemuan situs purbakala, para ahli arkeologi telah menemukan penggunaan sistem penjumlahan di Afrika, dan diperkirakan telah terwujud sejak 8.500 SM dengan menggunakan tulang sebagai alat perhitungan. Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja.
Kedua ilmu ini sangat erat sekali kaitannya dalam kehidupan kita, apalagi didalam perkembangan teknologi dan dalam kehidupan di masyarakat. Kedua ilmu ini mempunyai pengaruh yang sangat besar. Dalam bab ini kami akan membahas tentang keterkaitan antara MIPA dengan teknologi dan masyarakat.
2.  Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah keterkaitan MIPA dengan teknologi dan masyarakat ?
2. Bagaimanakah hubungan IPA dengan Matematika ?
3. Bagaimanakah peranan IPA dalam teknologi dan masyarakat ?
4. Bagaimanakah Dampak IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia ?
3. Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan keterkaitan MIPA dengan teknologi masyarakat.
2. Mendeskripsikan hubungan IPA dengan Matematika.
3. Mendeskripsikan peranan IPA dalam teknologi dan masyarakat.
4. Mendeskripsikan bagaimana dampak IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia.
4. Manfaat Penulisan
1. Agar bisa lebih mengerti keterkaitan MIPA dengan teknologi dan masyarakat.
2. Agar mampu mengerti mengenai hubungan antara IPA dan Matematika serta peranannya IPA dalam teknologi dan masyarakat.
 




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Keterkaitan MIPA dengan teknologi dan masyarakat

Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki dua aspek yaitu teori dan pengamatan yang harus terkait. Hal ini yang di maksud bahwa tidak semua konsep yang telah diciptakan dapat di benarkan bila tidak dapat terkait dengan pengukuran secara kuantatif. Disamping hal diatas pengetahuan sendiri bersifat netral. Hasil dari pengetahuan (yang disebut teknologi) inilah yang perlu tindak lanjuti dengan cara terkendalikan dan terarah, jika akan memiliki dampak negatif.
Dari hal inilah manusia yang luhur sangat di perlukan untuk menuntun perkembangan dan pemanfaatan MIPA ke arah yang benar.
Jadi keterkaitan antara MIPA dengan masyarakat adalah tidak langsung, yang terkait langsung adalah teknologi. Memang dari sejarah kehidupan manusia dapat di ketahui bahwa pengetahuan dan teknologi merupakan faktor – faktor penting dalam pembentukan masyarakat dan kebudayaan. Serta teknologi berperan untuk mengubah dan menguasai dunia fisik, sedangkan pengetahuan digunakan untuk memahami kejadian – kejadian dunia fisik. Kegiatan teknologi inilah proses memproduksi barang dan jasa yang juga menghasilkan sejumlah konsep dan metode mengenai proses produksi tersebut. Akibatnya kemajuan teknologi membawa dampak terhadap kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara tidak langsung dari perkembangan MIPA dan teknologi memunculkan cabang – cabang ilmu pengetahuan yang baru. Dengan menggunakan cabang – cabang pengetahuan baru tersebut kita dapat memperoleh hasil,misalnya:

1. Penggunaan teknik kimia
2. Penggunaan teknologi hutan
Pengaruh langsung teknologi masyarakat ialah masalah teknologi tepat guna. Jadi pengetahuan dan teknologi menyajikan kemudahan – kemudahan, kemakmuran, kenyamanan. Namun demikian juga memiliki pengaruh baik maupun buruk. Dari pengalaman diketahui bahwa manusia menguasai pengetahuan dan teknologi akan semakin makmur kehidupannya juga bagi negaranya. Namun demikian dampak negatif yang paling menonjol karena adanya teknologi yaitu masalah pengendalian diri bagi manusia yang bersangkutan tersebut.

Pada abad ke-IV, antara pendidikan MIPA dan Teknologi dulunya tidak dikaitkan, dalam artian berdiri sendiri, dimana pendidikan MIPA hanyalah MIPA tanpa teknologi, dan teknologi hanyalah teknologi tanpa MIPA. Tetapi sekarang MIPA itu dikaitkan dengan teknologi artinya bahwa MIPA itu bagaimana diterapkan atau dikaitkan dengan teknologi. Sedangkan society, masyarakat tidak lagi dari kebutuhan IPA dan teknologi itu sendiri.

2.2  Hubungan IPA dan Matematika
IPA diperoleh melalaui kerja sama antara pengalaman empiris dan pemikiaran teoristis rasional. dari sudut pandang filsafat IPA diperoleh melalui cara empiris dan rasional.

Di dalam ipa kita menemukan banyak seklai besaran. besaran ialah segala sesuatu yang dapat diukur atau di hitung. besaran2 itu selalu dapat dinyatakan dalam suatu kuantitas. maka IPA tidak lepas dari persoalan mengukur dan menghitung. Mengukur dan menghitung siuatu besaran berhubungan dengan harga atau besarnya besaran itu. besaran yang hanya mempunyai harga saja disebut besaran skalar. Itulah sebabnya matematika memegang peran penting dalam ipa tertama fisika. hasil eksperimen yang mencari hubungan antara dua buah besaran dapat dirumuskan dalam bentuk matematikl. sebaliknaya pembahasan suatu gejala alamaiah secara teoristis matematika dapat menjelaskan fakta alamiah.
Dibawah ini akan diberikan bebarapa contoh bagaimana eratnya hubungan antara ipa dan matematika :

a. Hukum Hooke
Hukum Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu fisika yang terjadi karena sifat elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya Hooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya, atau lewat rumus matematis dapat digambarkan sebagai berikut:
F = k  X

di mana :
F adalah gaya (dalam unit newton)
k adalah konstante pegas (dalam newton per meter)
x adalah jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya (dalam unit meter).
Di dalam matematika konstanta k disebut koefisien arah dan secara fisis arti k adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk menarik pegas supaya bertambah panjang sebesarsatu satuan panjang, maka stuan k adalah N/m. Hukum Hooke diperoleh dari eksperimen sampai kepada perumusan matematis secara kuantitatif.

b. Hukum arcimedes
Penemu hukum ini adalah Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Hukum Archimedes mengatakan bahwa apabila sebuah benda sebagian atau seluruhnya terbenam kedalam air, maka benda tersebut akan mendapat gaya tekan yang mengarah keatas yang besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian benda yang terbenam tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa berat jenis air tawar adalah 1.000 kg/m3, apabila ada sebuah benda yang terbenam kedalam air tawar; maka berat benda tersebut seolah-olah akan berkurang sebesar 1.000 kg untuk setiap 1 m3 air yang dipindahkan.
Pada saat ditimbang diudara benda mempunyai berat 4.000 kg pada skala pengukur berat, sedang setelah dimasukan kedalam air berat benda menjadi 3.000 kg. Padahal masa benda tidak berubah, berkurangnya berat benda tersebut diakibatkan adanya gaya tekan keatas dari air yang dipindahkan oleh bagian benda yang ada didalam air (force of buoyancy), dengan arah kerja gayanya mengarah keatas; sedang garis kerja gayanya segaris dengan garis kerja dari gaya berat benda. Titik tangkap garis kerja gaya buoyancy biasa disebut dengan titik buoyancy atau titik B. Didalam sistem bangunan terapung titik B ini disebut juga dengan titik berat dari volume benda yang ada dibawah garis air. Di dalam IPA hubungan antara dua buah besaran biasanya selalu dapat dinyatakan secara kuantitatif, seperti hukum arcimedes diatas. eksperimen akan menemukan perumusan hukum arcimedes secara kuantitatif dengan bantuan alat-alat yang ada.

c. Persamaan keadaan gas.

Gas ideal merupakan gas yang tenaga ikat antar molekulnya dapat diabaikan. Besaran yang berkaitan dengan persamaan keadaan adalah tekanan (P), volume (V), dan temperatur mutlak (T). Hubungan ketiga besaran ini telah dipelajari dan diteliti oleh para ilmuwan dalam beberapa hokum diantaranya yaitu:

HUKUM BOYLE
Volume gas dalam suatu ruang tertutup sangat bergantung pada tekanan dan suhunya. Apabila suhu dijaga konstan, maka tekanan yang diberikan akan memperkecil volumenya. Hubungan, tersebut dikenal dengan Hukum Boyle yang dapat dinyatakan berikut ini.

“Apabila suhu gas yang berada dalam ruang tertutup dijaga konstan, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya”. Proses pada suhu konstan disebut proses isotermis.
Secara matematis, Hukum Boyle dituliskan dalam bentuk:
P1.V1=P2.V2
Keterangan:
P1 = tekanan gas awal (N/m2)
V1 = volume gas awal (m3)
P2 = tekanan gas akhir
V2 = volume akhir

HUKUM CHARLES
Apabila tekanan tidak terlalu tinggi dan dijaga konstan, volume gas akan bertambah terhadap kenaikan suhu. Hubungan tersebut dikenal denganHukum Charles yang dapat dinyatakan berikut ini. “Apabila tekanan gas yang berada dalam ruang tertutup dijaga konstan, maka volume gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya.” Proses yang terjadi pada tekanan tetap disebut proses isobaris.
Persaaman hukum Charles ;


Keterangan:
P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3)
P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3)

HUKUM GAY-LUSSAC
Apabila botol dalam keadaan tertutup kita masukkan ke api, maka botol tersebut akan meledak. Hal ini terjadi karena naiknya tekanan gas di dalamnya akibat kenaikan suhu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa “Apabila volume gas yang berada pada ruang tertutup dijaga konstan, maka tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya” Proses yang terjadi padavolume konstan disebut proses isokhoris. Secara matematis dapat ditulis:
Keterangan:
V1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
T1 = suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
V2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
T2 = suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)
d. Gaya Lorenntz

Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet, B. Dan kuat arus i merupakan besaran-besaran vektor maka besar dan arah gaya rorenzt ternyata bentuk persamaanya adalah :
Besarnya gaya lorenzt itu adalah :

Di mana :
F = gaya yang diukur dalam unit satuan newton
a= Sudut Yg dibentuk oleh arah kuat medan B dengan kuat arus i, lebih kecil atau sama dengan 180'
B = medan magnet dalam satuan tesla = perkalian silang vektor, dan
L=panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter.

Secara matematis sin =120'= sin 60'. tetapi dalam hal gaya lorentz secara fisis sin 120' tidak sam dengan sin 60' karena mneyangkut arah vektor gaya lorenzt. sudut 60' untuk arus i dan sudut 120' untuk arus i masing-masing menghasilkan gaya lorenzt yang arahnya berlawanan.

e. Kecepatan sebuah benda dan Percepatan
Kecepatan suatu benda yang bergerak rata2 adalah perubahan perpindahan ∆s dibagi dengan lamanya waktu At yang diperlukan sampai terjadi perpindahan ∆s.
Dalam bentuk matematik kecepatan rata-rata menjadi :
Seandainya waktu yang berlangsung sangat singkat mendekati nol maka perubahan perpindahan juga sangat kecil. dalam hal ini kita bukan lagi memperoleh kecepatan artaa-rata melankan kecepatan benda pada suatu saat dan dalam bentuk matematk dinyatakan sebagai:
Dalam matematika bentuk ds disebut diferensial dari s dan t adalah deferensial t dari bentuk ds/dt secara matematik disebut fungsi turunan pertama.
Dari s terhadap t yang juga dinyatakan koefisien arah garis singgung pada kurva terhadap waktu t bentuk ds jika S=s(t) fungsi dari waktu t disebut diferensial eksak. di dalam fisika terdapat bentuk diferensial dari suatu besaran , tetapi besara itu bukan fungsi dari suatu besaran lain. diferensial yang demikian disebut diferensial tidak eksak.

f. Geraran selaras

Getaran selaras terjadi karena adanya gaya balik yang arahnya selalu menuju titik setimbang gaya balik linear (sebanding dengan simpangan)
perpindahan getaran diukur dari titik setimbang S disebut simpangan x.  Simpangan terbesar SB = SC disebut amplitudo A.Simpangan x apakan nol, positif diatas titik setimbang S atau negatif dibawah S ditentunkan oleh waktu t.Kedudukan benda yang bergetar setiap saat diukur dari titik setimbang S, ternyata dapat dinyatakan dalam persamaan matematik. Dengan f adalah frekuensi getaran. per ini melukiskan kedudukan benda yang bergetar selaras setiap saat yang kurvanya berbentuk sinusoidal.

g. Cahaya sebgai gelombang elektromagnetik
Maxwell (1831-1879) SEORANG ILMUAN dari skotlandia secara teoristis dengan perhitungn matematik telah menemkan batan gelombang elektromagnetik yang dihsilakn oleh osilasi muatan listrik, besarnya:


Dengan :
Eo = 8.85 x 10-12 coloumbn/Nm2 (permitivitas)
µₒ = 12,6 x 10 pangkat negatif weber/ A.m (permeabilitas)
Bila harga2 tersebut dimsukkan dalam rumus yg telah hihitung oleh max wel, akan diperoleh kecepatan rambat gelembng elektromagnet besarnya,
C = 3X108 m/s.



2.3 PERAN  IPA DALAM TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT

Peradasban manusia selalu berumbuh dan berkembang, suatu bangsa mempengaruhi beradaban bangsa lain. Tidak ada suatau bangsa yang peradabannya maju dari dirinya sendiri. Setiap bangsa saling mempengaruhi memperkaya kebudayaan masing-masingbangsa yang terisolasi dengan bangsa-bangsa lain
a.      Jenis-jenis pengetahuan
Pengetahuan mnusia dapat digolongkan atas 4 jenis pengetahuan.
1.      Pengetahuan takhayul atau mitos
Mitos adalah suatu penjelasan atas fakta yang tidak ada kebenarannya hanya diduga dan dioercaya begitu saja. Semua suku bangsa pada jamn dahulu mempunyai mitos dan legenda. Legenda adalah cerita rakyat yang berdasarkan mitos. Contohnya pada zaman dahulu orang percaya pelangi adalah tangga bidadari yang turun mandi di telaga. Rakyat percaya dan menerima mitos karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan pikiran manusia pada saat itu dan dorongan ingin tahunya sudah terpenuhi. Manusia tidak sanggup menjelaskan secara benar dan ilmiah tentang segala sesuatu yang diamati maka muncullah penjelasan yang brsifat tahayul
2.      Pengetahuan ilmiah
Pengetahuan ilmiah adalah penetahuan yang di peroleh melalui penelitian dengan pengamatan panca indar dan penalaran akal budi disusun secara sistematis untuk menjelaskan fakta yang sednag dihadapi, yang merangsang panca indra dan pikiran manusia.   Pengetahuan ilmiah dapat dibagi lagi seperti berikut ini :
PENGETAHUAN ILMIAH
I.       Fakta objektif benar
II.    Tafsiran fakta
·         Benar, objektif
·         Salah, subjektif
Manusia berhadapan dengan fakta alam semesta, makhluk hidup atau benda mati, kemudian manusia menjelaskan fakta itu atau member tafsiran pada fakta yang dihadapinya. Penjelasan fakta yang sesuai dengan kenyataan merupakan fakta objektif yang tidak dapat dibantah lagi. Misalnya hukum arcimedes.
Adakalanya manusia memberi tafsiran atas fakta tau memberikan penjelasan teoristis. Tafsiran itu mungkin benar objekif, kemungkinan salah atau tidak tuntas. Manusia mempunyai mata, telinga, kaki dan sebagainya. Dari fakta tersebut itu ditafsirkan bahwa makhluk hidup hewan dan manusia mempunyai asal-usul, nenek moyang yang sama. Dahulu orang berpendapat bahwa atom adalah bagian benda terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Ternyata sekarang atom masih dibagi lagi menjadi lagiats bagian-bagian elementer yang lebih kecil lagi proton, netron, inti, electron. Teori pengetahuan ilmiah adakalanya hanya bersifat  tentative artinya suatu teori penegtahuan pada suatu ketika gugur karena fakta yang tidak mendukung teori tersebut.
3). Pengetahuan Super-Natural
Pengetahuan Super-Natural adalah pengetahuan yang tidak termasuk pada takhayul dan pengetahuan ilmiah, namun mempunyai fakta. Pengetahuan super natural idak dapat dijangkau dengan panca indra maupun akal budi, sifatnya tradisional (diluar jangkauan akal budi). Karena itu pengetahuan ini tidak di tanggapi dengan iman, sifatya sangat pribadi dan menyangkut hak-hak asazi manusia.
Secara ilmiah ditusuk dengan pisau seharusnya pisau menembus bagian tubuh yang ditusuk. Tetapi kenyataanya ada orangf yang ditusuk tidak luka sedikitpun. Pengetahuan dari agama, termasuk pengetahuan super natural, menyangkut iman dan hak-hak azasi manusia.
4). Penegtahuan ilmiah semu
Pengetahuan ilmiah semua adalah pengetahuan yang berdasarkan fakta ilmiah tetapi dicampur dengan kepercayaan dan hal-hal yang bersifat super-natural. Bangsa babilonia menyembuhkan penyakit disamping obat juga menggunakan mantera. Bangsa babilonia juga ahli dalam bidang ilmu perbintangan cdan member nam pada rsi bintang menurut nam –nama bintang seperti leo, scorpio, pisces, dan sebgainya. Berdsarkan kedudukan bintang itu mereka meramal nasib seseorang di hubungkan dengan hari dan tahun kelahiran mereka . ilmu perbintangan yang hihubungkan dengan kepercayaan ramalan nsib disebut astrologi. Astrologi bukan pengetahuan ilmiah melainkan pseudoscience.
Pada zaman dahulu zaman dahulu ketika manusia hidup pad atingkt primitive wilayah mitos dan super natural menguasai dan lebih dominan dari pada wilayah rasio. Seperti bunyi suara burung hantu di malam hari sebagai tanda kematian, padahal secra alamiah burung hantu keluar dan terbang pada malam hari dan tidur pada siang hari, tidak ada hubungannya dengan bencana dan kematian. Manusia pada zamna dahulu dikurung oleh bermacam-macam tabu.
Makin maju taraf pemikkiran dan kebudayaan manusia, wilayah rasio/ iptek lebih dominan dengan kemungkinan masih percaya kepada hal-hal yang bersifat super natural. Rasio dan iman, iptek dan agama berjalan bersam-sama walaupun iptek udah semakin maju.

b.      Manusia selalu bertanya
Manusia di dalam dirinya mempunyai suatu dorongan yang disebut dorongan ingin tahu (curiousity). Adanya dorongan ingin tahu ini menyebabkan manusia selalu bertanya tentang segala sesuatu yang menyentuh panca inderanya maupun pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dai dalam pikirannya menurut jawaban dan solusi. Hal ini dapat kira buat diagram seperti di bawah ini.
Dorongan ingin tahu              

Bertanya
1.      Pertanyaan             mythos           ilmiah              IPTEK
2.      Pertanyaan
Boleh atau tidak                ETIKA yang diperkuat oleh agama
Pertanyaan jenis pertama yang muncul dari pikiran manusia adalah pertanyaan-pertanyaan, what, how dan why tentang segal sesuatu yang menyentuh panca indera dan pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan ini menuntut jawaban dan solusi yang pada awlanya manusia menjelaskannya dengan mythos.
Common sense adalah jalan pikiran berdasarkan akan sehat apa adanya seperti yang diamati. Aristoteles menjelaskan, matahari lah yang beredar mengelilingi bumi karena mataharilah yang dilihat mata sehari-hari yang bergerak dari timur ke barat. Ulat (makhluk hidup) muncul dari bangkai maka aristoteles enarik kesimpulan bahwa kehidupn berasal dari benda mati yang terjadi dengan sendirinya secara spontan yang dikenal sebagai teori generatio spontanea. Pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan wahat, how, why dijawab secara ilmiah nasional menghasilkan IPTEK.
Selama hidupnya menusia terus bertanya dan menuntut jawaban sehingga IPTEK selalu berkembang. Hewan tidak mempunyai pikiran dan dorongan ingin tahu. Yang ada pada hewan hanyalah naluri yaitu suatu dorongan untuk melestarikan kelangsungan hidupnya. Sarang burung dari abad keabad tetap sama.
Lain halnya dengan manusia. Manusia mempunyai suara hati yang selalu berbicara, membuat hati berdebar bila manusia melakuakan perbuatan yang tidak benar.manusia kehilangan perasaan damai bila melakukan hal yang tidak sepatuhnya. Pertanyaan what ought, apa yang seharusnya, boleh atau tidak menghasilkan satu jenis ilmu pengetahuan yang membahas tingkat laku manusia tentang apa yang seharusnya, tentang yang baik dan benar dan prinsip-prinsip yang mendasari tingkah laku itu.  
            Manusia adakalanya memadamkan suara hatinya yang bersuara memberi peringatan terhadap niat yang salah yang akan dilakukannya. Akibatnya suara hatinya tidak peka lagi dan akibat selanjutnya manusia merugikan dirinya sendiri dan lingkungannya.
Ternyata IPTEK bukan segala-galanya, harus ada keseimbanga.IPTEK yang mengurus sumber daya alam, IPTEK tanpa kendali nilai-nlai etika, IPTEK yang mengejar materi akan membawa malapetaka bagi manusia sendiri.

c.       IPA dan teknologi
Alfin Toffler dalam bukunya, The future shock, membagi masa sejarah manusia dalam tiga gelombang:
1.      Gelombang agraria
Gelombang ini ditandai dengan pertanian sebagai tulang pungung perekonomian,  sumber energinya adalah tenaga hewan, manusia ata tenaga alam lainya seperti angin. Gelombang ini berlangsung sapai tahun 1700. Pada saat itu IPA dan teknologi dapat dikatakan  bejalan snediri-sendiri.
 adalah aplikasi IPA dalam industri, pemanfaatan penemuan IPA mengelola alam untuk memudahkan kehidupan manusia. Bangsa masir babelonia kirakira 3000 tahun sebelum masehi sudah mengenal teknik pertanian, bajak, perahu, roda. Penemuan manusia pada waktu itu hanya bertolak dari usaha coba-coba, dan tidak berdasarkan prinsip IPA. Prinsip kerja teknologi sederhana pada waktu itu baru kemudian dijelaskan secara ilmiah teoretis.
2.      Gelombang indusri
Gelombang industry diandai dengan munculnya industry dan konversi energy, batu bara, minyak bumi dan gas alam, tenaga manusia dan hewan digantikan dengan mesin. Gelombang industry menurut alfin Toffler berlangsung dari permulaan abad 18 samai tahun 1970.
Pada gelombang kedua ini IPA dan teknologi berkembang dengan pesat dan mengubah wajah kebudayaan dan poerekonomian dunia. Penemuan IPA diterapkan dalam teknologi untuk membangun industry untuk menghasilkan barang-barang keperluan dalam jumlah yang besar dan dibuat dalam waktu singkat.
 Hokum pascal diterapkan untuk menghasilkan  gaya yang lebih besar untuk mengepres plat logam dan mengepak kertas. Kapal laut dan galangan kapal dibuat dari plat besi berdasrakan hokum Archimedes  sehingga kapal tetap mengapung walaupun terbuat dari besi.
Hukum Bernoulli tentang hidrodinamika dimanfaatkan dalam pembuatan pesawat terbang untuk ,mengangkat pesawat keatas yang terdapat pada sayapnya.penemuan baterai oleh volta tahun 1800 meberikan sumbangan besar pada sumber energy. Hubungan anatara arus listrik dan kemagnetan dimanfaatkan pada mesin pembangkit listrik secra besar-besaran yang dipelopori oleh faraday, oersted dan lain-lain.
   Itulah cirri gelombang kedua sejarah peradaban manusia, bagaimana ipa dan teknologi mempunyai pengaruh timbale balik yang memeberikan sumbangan bagi kemakmuran perekonomian. Teknologi sangat membantu apa dalam membuat alat-alat penelitian dan pengukuran untuk mengembang ipa yang pad agilirannya penemuan ipda diterapkan pada industry. Peralatan sangat bergantunga pada kemakmudran dan perekonomian, karena membuat peralatan dan bahan memerlukan biaya.


                                                Science
                         
Ekonomi                                                                      Teknologi
Maka ipa teknologi mempunyai hubungan timbale balik dan saling mempengaruhi. Dan yang paling penting adalah factor sumber daya manusia, sikap, dan mutu manusianya.

   3). Gelombang informasi
Gelombang informasi sebagai gelombang ketiga menurut alfin Toffler dimulai kira-kira tahun  1970. Ciri-cirinya adalah teknologi super canggih dalam bidang informasi telekomunikasi, computer, teknologia angkasa luar, bio teknologi dan rekayasa genetika.
Mesin dan peralatan pabrik dikendalikan dan dikerjakan oelh computer dan robot. Dengan bantuan satelit, informasi menyebar keseluruh dunia dalam waktu yang bersamaan sehinggga penduduk bumi seperti menjadi satu. Rekayasa genetika atau teknologi genetika adalah segala ssesuatu yang berkaitan dengan upaya manipulasi genetika untuk segala tujuan yang dilakukan pad organism atau makhluk hidup.
Jenis-jenis rekayasa genetika adalah sebgai berikut :
1.      Bayi tabung
2.      Artificial insemination by donor
3.      Recombinant DNA
4.      Therapeutic Abortion
2.4 Dampak IPA dan teknologi terhadap masyarakat
a. Kerusakan lingkungan hidup
Pengalaman beberapa negara berkembang khususnya negara-negara latin yang gandrung memakai teknologi dalam industri yang ditransfer dari negara-negara maju (core industry) untuk pembangunan ekonominya seringkali berakibat pada terjadinya distorsi tujuan. Keadaan ini terjadi karena aspek-aspek dasar dari manfaat teknologi bukannya dinikmati oleh negara importir, tetapi memakmurkan negara pengekpor atau pembuat teknologi. Negara pengadopsi hanya menjadi komsumen dan ladang pembuangan produk teknologi karena tingginya tingkat ketergantungan akan suplai berbagai jenis produk teknologi dan industri dari negara maju. Alasan umum yang digunakan oleh negara-negara berkembang dalam mengadopsi teknologi (iptek) dan industri, searah dengan pemikiran Alfin Toffler maupun John Naisbitt yang meyebutkan bahwa untuk masuk dalam era globalisasi dalam ekonomi dan era informasi harus melewati gelombang agraris dan industrialis. Hal ini didukung oleh itikad pelaku pembangunan di negara-negara untuk beranjak dari satu tahapan pembangunan ke tahapanpembangunanberikutnya.

Tetapi akibat tindakan penyesuaian yang harus dipenuhi dalam memenuhi permintaan akan berbagai jenis sumber daya (resources), agar proses industri dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia, seringkali harus mengorbankan ekologi dan lingkungan hidup manusia. Disamping itu, IPTEK dikembangkan dalam bidang antariksa dan militer, menyebabkan terjadinya eksploitasi energi, sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan untuk memenuhi berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Gejala memanasnya bola bumi akibat efek rumah kaca (greenhouse effect) akibat menipisnya lapisan ozone, menciutnya luas hutan tropis, dan meluasnya gurun, serta melumernnya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan Bumi dapat dijadikan sebagai indikasi dari terjadinya pencemaran lingkungan kerena penggunaan energi dan berbagai bahan kimia secara tidak seimbang (Toruan, dalam Jakob Oetama, 1990: 16 – 20). Selain itu, terdapat juga indikasi yang memperlihatkan tidak terkendalinya polusi dan pencemaran lingkungan akibat banyak zat-zat buangan dan limbah industri dan rumah tangga yang memperlihatkan ketidak perdulian terhadap lingkungan hidup. Akibat-akibat dari ketidak perdulian terhadap lingkungan ini tentu saja sangat merugikan manusia, yang dapat mendatangkan bencana bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, masalah pencemaran lingkungan baik oleh karena industri maupun komsumsi manusia, memerlukan suatu pola sikap yang dapat dijadikan sebagai modal dalam mengelola dan menyiasati permasalahan lingkungan.

b. Interaksi social
Pada gelombang agrarian hubungan antara manusia dengan manusia lainnya diwarnai dengan hubungan kekeluargaan, tat karama semangat gotong royong dan lebih banyak waktu yang dipakai untuk berkomunikasi antar pribadi. Masyarakat industry mempeunyai corak yang lain. Pembangunan di koata mengakibatkan urbanisasi yang menimbulkan masalah social manusia menjadi individualitas, pergaulan dan nilai berubah, nilai lama di tinggalkan dan mengikuti nilai baru yang belum tentu benar.
c.Manusia menjadi bagian dari mesin
Manusia menciptakan teknologi untuk kepentingan manusia sendiri guna meningkatkan mutu dan jumlah produksi. Untuk itu diperlukan peralatan yang canggih dan rumit yang bekerja secara cepat dan tepat. Dalam keadaan seperti ini manusia hanya menjadi salah satu bagian dari mesin yang bekerja secara mekanis dan rutin tanpa pribadi.
d.Pengaruh teori evolusi Darwin
Pada abad 19 Darwin menerbitkan sebuah buku tentang evolusi makhluk hidup. Dalam bukunya ia mengemukakan 2 teori pokok tentang evolusi
  1. Species yang ad sekarang berasal dari sepecies yang hidup mas alampau.
Sepecies adalah kumpulan makhluk hidup yang mempunyai benyak persamaan dan dapat melngsungkan perkembangbiakan satu sama lain.
  1. Evolusi terjadi melalui seleksi alamiah.
Seleksi alamiah ini terjadi karena bermacam-macam hal yang saling berkaitan antara alain: struggle of exixtence, survival of the fittest dan inheritance of variations
            Teori evolusi mendorong orang untuk mencari makhluk transisi missing link antara species kera dan manusia. I a juga menjelaskan bahwa agama bukan dating dari Tuhan, tetapi muncul dari pikiran manusia purba sebagai hasil evolusi berkembang.

e.Rekayasa genetika
Rekayasa genetika (Ing. genetic engineering) dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.
Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme, mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hingga tumbuh-tumbuhan. Bidang kedokteran dan farmasi paling banyak berinvestasi di bidang yang relatif baru ini. Sementara itu bidang lain, seperti ilmu pangan, kedokteran hewan, pertanian (termasuk peternakan dan perikanan), serta teknik lingkungan juga telah melibatkan ilmu ini untuk mengembangkan bidang masing-masing.
Therapeutic aborttlon bertujuan untuk memperoleh hasil manusia-manusia yang unggul, sehat jasmani ber IQtinggi. Hal ini pun juga dapat menimbulkan masalahapakah anak cacat tidak berhak hidup. Seandainya hanya anak laki-laki yang diinginkan lahir apa anak perempuan di gugurkan, apakah jenis kelamian perempuan tidak berhak hidup.
Pada zama yang akan atang bukan tidak mungkin kemampuan manusia dalam rekayasa genetika digunkan dalam persenjataan. Saat ini kita sudah menganal nuklir dan senjata kimia dan mungkin saja masa yang akan dating muncul senjata bio.
Kita sudah melihat IPTEK sangayt membantu manusia untuk memudahkan dan meningkatkan mutu kehidupan. Tetpai [ad asisi lain kita jiga melihat keuntungan pada satu pihak menimbulkan kerugian lain.IPTEK tidak berdiri sendiri iptek tidak bebas nilai  tetapi iptek berhadapan dnegan maslah etika tentang yang baik dan yang benar, tentang bolah atau tidak boleh.













BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara sederhana IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis tentang gejala alam. Perkembangan IPA tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta tetapi juga oleh timbulnya metode ilmiah dan sikap ilmiah.

Keterkaitan antara MIPA dengan masyarakat adalah tidak langsung, yang terkait langsung adalah teknologi. Memang dari sejarah kehidupan manusia dapat di ketahui bahwa pengetahuan dan teknologi merupakan faktor – faktor penting dalam pembentukan masyarakat dan kebudayaan. Serta teknologi berperan untuk mengubah dan menguasai dunia fisik, sedangkan pengetahuan digunakan untuk memahami kejadian – kejadian dunia fisik.
Kegiatan teknologi inilah proses memproduksi barang dan jasa yang juga menghasilkan sejumlah konsep dan metode mengenai proses produksi tersebut. Akibatnya kemajuan teknologi membawa dampak terhadap kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa IPA memiliki peranan sebagai pemberi masalah pada matematika yang dapat membuat matematika terus berkembang, karena pendorong matematika adalah masalah dan IPA merupakan salah satu sumber masalah yang paling baik bagi matematika.
3.2Saran
Bahwa tujuan yang paling utama di dalam pembangunan saat ini yaitu kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian pendidikan harus mampu menyiapkan generasi mendatang yang sanggup dan cukup terampil mengambil bagian di masa depan yang jauh labih maju di bandingkan masa kini.
DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen IAD; 2004, Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Makassar: Tim Cetak UNM

Jasin, Maskoeri. 1986; Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rajawali Pers
Suparsono W, M.M, Drs, dkk; 1999. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia

Koentjaraningrat.1997.Metodhe Metodhe Penelitian Masyarakat.Gramedia:Jakarta
Slamet Imam.1977.Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan.Sinar Budaya:Jakarta
Zen MT.1981.Sanis Teknologi dan Hari Depan Manusia.Gramedia:Jakarta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar